(0274) 287 1809 rumahmesin@gmail.com

Cara Membuat Gula Jawa – Gula jawa merupakan sembilan bahan pokok kebutuhan rumah tangga yang tak pernah lepas dari sorotan masyarakat. Bagi sebagian Anda yang tinggal di daerah perkotaan tentunya jarang sekali melihat orang-orang yang menaiki pohon kelapa. Berhasilnya dan sempurnanya membuat gula merah adalah gula keras tidak lembek serta warna lebih cerah.

Gula jawa atau Gula merah adalah pemanis yang dibuat dari nira yang berasal dari tandan bunga jantan pohon enau. Biasanya juga diasosiasikan dengan segala jenis gula yang dibuat dari nira, yaitu cairan yang dikeluarkan dari bunga pohon dari keluarga palma, seperti kelapa, aren, dan siwalan.

Gula merah memiliki berbagai macam jenis, ada yang terbuat dari Nira Kelapa, Aren atau Sari Tebu. Selain digunakan untuk bumbu masakan, Gula Merah atau yang biasa disebut Gula Jawa ini memiliki berbagai kandungan nutrisi yang baik.

Cara membuat gula jawa tidaklah sulit, karena banyak cara yang bisa dipraktekkan dengan cara meilhat digoogle. Banyak cara membuat gula jawa juga lho gaes beraneka ragam.

Sebagai gula merah

Sebelum Cara Membuat Gula Jawa kalian perlu tahu dulu apa itu gula merah ya kawan.

Bunga (mayang) yang belum mekar diikat kuat (kadang-kadang dipres dengan dua batang kayu) pada bagian pangkalnya sehingga proses pemekaran bunga menjadi terhambat. Sari makanan yang seharusnya dipakai untuk pemekaran bunga menumpuk menjadi cairan gula. Mayang membengkak.

Setelah proses pembengkakan berhenti, batang mayang diiris-iris untuk mengeluarkan cairan gula secara bertahap. Biasanya cairan ditampung dengan timba yang terbuat dari daun pohon palma tersebut. Cairan yang ditampung diambil secara bertahap, biasanya 2-3 kali kemudian dipanaskan dengan api sampai kental.

Setelah benar-benar kental, cairan dituangkan ke mangkok-mangkok yang terbuat dari daun palma dan siap dipasarkan. Gula merah sebagian besar dipakai sebagai bahan baku kecap manis.

Sebagai gula aren

Sebelum Cara Membuat Gula Jawa kalian perlu tahu dulu apa itu gula aren ya kawan.

Bunga jantan pohon enau yang dikumpulkan terlebih dahulu dalam sebuah bumbung bambu. Untuk mencegah nira mengalami peragian dan nira yang telah mengalami fermentasi tidak bisa dibuat gula, maka ke dalam bumbung bambu tersebut ditambahkan laru atau kawao yang berfungsi sebagai pengawet alami.

Setelah jumlahnya cukup, nira direbus di atas tungku dalam sebuah wajan besar. Kayu terbaik untuk memasak gula aren berasal dari kayu aren yang sudah tua. Karena kalori ini lebih tinggi dari kayu bakar biasa maka proses memasaknya juga lebih cepat. Sekalipun demikian, api tidak juga boleh terlalu besar sampai masuk ke dalam wajan dan menjilat serta membakar gula yang sedang dimasak. Kalau ini terjadi gula akan hangus, rasanya akan pahit dan warnanya menjadi hitam.

Gula aren sudah terbentuk bila nira menjadi pekat, berat ketika diaduk dan kalau diciduk dari wajan dan dituangkan kembali adukan akan putus-putus. Dan kalau tuangkan ke dalam air dingin, cairan pekat ini akan membentuk benang yang tidak putus-putus.Kalau sudah begitu, adonan diangkat dari tungku dan dicetak.

Proses atau cara membuat Gula Jawa atau Gula Aren

Cara membuat gula jawa atau gula aren adalah sebagai berikut:

1. Proses Penyadapan atau Pengambilan Nira Kelapa (Nderes)

Ada beberapa cara untuk menyadap tangkai bunga kelapa ini :

  • Tangkai bunganya dibersihkan dari kulitnya kemudian dikat dengan janur yang masih muda diamkan selama 2-3 hari,setelah 3hari mayang tersebut di rundukkan parlahan-lahan hingga membentuk sudut 60° dengan garis vertikal dan diikat agar tetap pada posisi.kemudian mayangnya dipotong dengan pisau/arit deres yang tajam.
  • Tangkai bunga dengan kulitnya yang terpilih dililit menggunakan rafia,dengan cara ini mayang kelapa bisa langsung di bekuk/diikat tapi sedikit sedikit agar batang mayang tidak patah,setelah 2 hari baru diiris.dengan cara ini penyadapan akan lebih mudah karena mayang tetap muda dan mayang lebih lama waktu sadapnya.
  • Mayang dipotong ujungnya ± 10 cm dengan pisau tajam. Kira-kira seminggu kemudian niranya sudah akan keluar.satu pohon kelapa normalnya menghasilkan 3-10 liter nira.

  • Agar niranya tidak asam, kotorannya mengendap dan gulanya nanti berwarna kuning muda kedalam wadahnya perlu diberi 1 sendok makan kapur sirih atau larutan Na-bisulfit secukupnya (1 sendok Nabisulfit dalam 2 liter air). atau sodium methabishulfit 1gr/liter .warna gula dapat ditentukan dengan pekat/tidaknya larutan ini.

  • Penyadapan dilakukan pagi sebelum pukul 08.00 dan sore setelah pukul 16.00

  • Sebelum bumbung/wadah dipasang kembali guna penderesan berikutnya, mayang dipotong sedikit dengan sekali sentuhan agar bisa melancarkan keluarnya nira

  • Setiap mayang dapat diambil niranya selama ± 40 hari, pagi dan sore hari

  • Nira yang baik bercirikan masih segar, rasa manis, harum, tidak berwarna dan derajat keasaman (pH)nya antara 6,0 – 7,0

  • Nira yang jelek pHnya >6,0 dan bila digunakan, mutu gulanya akan jelekHasil gambar untuk gambar pengambilan nira

2. Proses Pengolahan Nira Menjadi Gula Kelapa

  • Nira yang telah diperoleh disaring, selanjutnya dimasukkan kedalam wajan/panci
  • Nira dimasak dengan panas yang konstan pakai bahan bakar kayu/seresah atau bahan bakar lainnya
  • Lama pemasakan tergantung dari banyaknya nira yang dimasak. ± 15 menit sebelum gulanya masak atau dalam fase nyengka(sunda)?semengka diberi 100 cc santan (1 butir kelapa parutan dicampur 100 cc air)ataupun parutan kelapanya,atau minyak goreng satu sendok makan.gunanya untuk mempercepat proses pengentalan gula merah.
  • Gula merah cair yang belum mengental diaduk cepat dengan arah memutar
  • Jika telah mengental dan berwarna kemerahan dituang kedalam cetakan. ± 10 menit kemudian cairannya sudah padat, berarti proses pembuatannya telah selesai.
  • Cetakan ada yang menggunakan dari bambu,cetakan pbrikan dan ditempat saya menggunakan. baskom kecil ukuran 0,5 -1 kg sehingga kualitas gula dengan ukuran ini harganya lebih murah.
  • Bila menggunakan tempurung kelapa, pada tahap pertama diisi 3/4 bahannya terlebih dahulu, lalu didinginkan selama 15 merit.
  • Keluarkan dari cetakannya setelah mengeras, lalu tempelkan pada gula yang ada dicetakan lainnya, agar bentuk yang dihasilkan identik satu dengan yang lainnya.
  • Agar tidak lengket satu sama lainnya, diantara gala-gala tersebut dialasdaun pisang yang sudah tua serta kering.
  • Pengepakan dapat juga dilakukan memakai keranjang bambu dengan dilapisi daun pisang kering atau daun jati kering. atau didalam peti  kayu dilapiasi plastik.
  • Dengan cara pengepakan seperti ini gula dapat bertahan ± 1 bulan.

Hasil gambar untuk gambar cara membuat gula jawa

Hasil gambar untuk gambar mencetak gula jawa

Hasil gambar untuk hasil jadi gula jawa

1. Alat dan Bahan Gula Jawa dari Tebu

Dalam cara membuat gula jawa gula merah ini kita membutuhkan beberapa alat seperti mesin penggilingan, drum penampung nira, selang plastik, tungku berlubang, anyaman bambu, dan juga sarana penunjang lainnya.

Sementara untuk bahan yang kita perlukan itu ada batang tebu yang sudah ditebang, kapur, dan bahan bakarnya (kita bisa menggunakan limbah atau ampas tebu).

2. Cara Membuat Gula Jawa dari Tebu

  1. Bersihkan batang tebu.
  2. Giling batang tebu yang sudah bersih dengan alat penggiling, agar menghasilkan air nira tebu berwarna keruh.
  3. Salurkan nira melalui selang plastik, tampung dalam drum atau wadah sambil disaring dengan kain penyaring untuk membuang sisa-sisa ampas tebunya.
  4. Masukkan nira yang sudah bersih ke dalam wajan.
  5. Letakkan wajan pada tungku.
  6. Setelah itu kita tambahkan 0,2% kapur ke dalam wajan untuk memisahkan zat-zat yang buka gula dan biar gulanya jadi gak lembek.
  7. Masukkan bahan bakarnya, termasuk limbah atau ampas tebu sampai niranya mendidih, kalau sudah saring nira tersebut.
  8. Kemudian panaskan lagi niranya untuk bisa menguapkan airnya. Selama pemanasan  buang buihnya yang mengapung di permukaan air niranya, agar tidak memengaruhi mutu gula yang dihasilkan.
  9. Lakukan pengujian nira kental dengan cara meneteskan niranya ke dalam air dingin. Kalau misalnya tetesannya itu memadat di dalam air, berati pemanasannya sudah cukup, tapi kalau tetesannya itu belum nyebar atau larut dalam air, berati pemanasannya harus tetap kita lanjutkan sampai cukup untuk bisa kita cetak.
  10. Angkat nira kentalnya ke dalam wadah sambil diaduk  kurang lebih 15 menit biar cepat dingin, gak lengket, dan warnanya jadi lebih kuning. Kalau suhunya sudah mencapai 60 C, kristalnya itu bisa segera kita cetak.
  11. Masukkan nira kentalnya ke dalam cetakan, dibiarkan selama beberapa waktu sampai dingin menjadi gula merah.
  12. Langkah terakhir  mengemas gula merahnya dalam kemasan.

Kualitas/mutu gula kelapa dibagi dalam

1. Mutu Super, adalah gula kelapa yang keras dan berwarna cerah/ coklat ke-kuning-kuningan.
2. Mutu A, adalah gula kelapa yang keras dan berwarna ke-coklat-coklatan; dan
3. Mutu B, adalah gula kelapa yang agak lembek, berwarna coklat ke-hitam-hitaman.

Teknik Daur Ulang Gula Jawa

Alat-alat yang diperlukan untuk teknik daur ulang gula merah:

1. Potongan ruas bambu yang berukuran 1,5-2 cm sebanyak 1.000 potong. Bambu yang dipotong diusahakan yang masih hijau agar tidak sulit memotongnya. Diameter sekisar 5-7 cm (ukuran kecil-sedang). Fungsinya untuk mencetak gula.
2. Beberapa lembar kayu tripleks yang tidak terpakai, fungsinya untuk menyimpan cetakan/potong bambu, bisa juga potongan papan.
3. Entong panjang yang terbuat dari bambu atau kayu untuk mengocek.
4. Wajan besar yang dapat memuat l.k. 12 kg gula merah.
5. Tampir (Sunda: Nyiru) untuk menjemur atau memotong gula hasil cetakan. Bisa juga menggunakan sasag/bilik bambu.
6. Kompor

Bahan yang diperlukan untuk teknik daur ulang gula jawa

1. Gula BS/rusak 12 kg
2. Gula putih 1/2 kg
3. Tepung Asia 1/2 kg
4. Air secukupnya.

Cara mengolahnya

1. Cairkan gula putih ditambah sedikit air, sampai mendidih.
2. Masukkan gula merah sampai mencair.
3. Masukkan tepung sambil diaduk hingga rata.
4. Sesudah tepung Asia dan gula merah bercampur hingga tidak terlihat warna putih, kecilkan kompornya.
5. Dengan bantuan scan plastik/kendi kecil, masukkan gula yang masih panas ke dalam cetakan gula yang telah disusun pada lembaran kayu papan. Sebaiknya, potongan bambu atau cetakan gula dimasukkan ke dalam air bersih agar gula yang sudah tercetak mudah dilepas.
6. Sesudah cairan gula dituangkan pada cetakan gula, siapkan tampir/sasag.
7. Sesudah gula yang tercetak dingin, lepaskan dari bambu cetakan dan disusun pada tampir/sasag.
8. Perhatikan pada waktu menyusun gula, gula yang basah disimpan di atas dan bagian yang kering di bawah.
9. Jika tidak hujan, gula harus dijemur hingga kering dan harus dibolak-balik.
10. Jika hari hujan, gula bisa dikeringkan dengan cara menggarang diatas kompor dengan api kecil dengan tinggi 1 m.

Cara menggarang:

1. Siapkan tempat untuk menumpuk sasag atau tampir berisi gula yang telah disusun. Usahakan agar tidak terganggu oleh kegiatan lain.
2. Tempat menumpuk tampir atau sasag diusahakan dibuat terlebih dahulu dengan rangka kayu atau bambu dengan panjang 1,5 m, lebar 1 m, dan tinggi 1 m.
3. Tiap tumpukan hendaknya diganjal pada ujung-ujungnya sehingga gula tidak tertindih.
4. Agar cepat kering, sebaiknya ditutup dengan kain atau kertas.
5. Kompor yang disimpan di bawah sasag atau tampir, dinyalakan dengan api yang kecil dengan waktu 2-3 jam.

Bagaimanakah cara menyimpan gula merah dengan benar?

  1. Menyimpan gula merah di dalam sebuah wadah yang memiliki bagian kedap udara/seal.
  2. Agar gula merah terhindar dari semut, masukkan cengkeh ke dalam wadah penyimpanan. Aroma tajam dari cengkeh akan mengusir semut secara perlahan.
  3. Gula jawa akan bertahan lebih lama dan tidak keras bila menyimpan di dalam freezer dan sudah dibungkus memakai kantong plastik (dua kali membungkusnya) dan jika akan dipakai maka keluarkan 15 menit sebelumnya dan sisanya simpan kembali di dalam freezer.
  4. Gunakan gula merah secepatnya, untuk menjaga kesegarannya, cobalah untuk menggunakan gula dalam bulan yang sama atau tepatnya di saat Anda membelinya.

Manfaat Gula Merah Yang Perlu Anda Ketahui

1. Menghambat penuaan dini

Dalam gula merah ini terdapat kandungan nutrisi yang dapat melancarkan peredaran darah, menambah darah, menghangatkan lambung, meredakan nyeri dan memperkuat limpa.

2. Sumber antioksidan

Gula merah bisa menjadi sumber antioksidan yang sangat baik untuk tubuh sehingga bisa menangkal radikal bebas dan menghindarkan anda dari berbagai jenis penyakit terutama kanker kulit yang bisa disebabkan oleh radikal bebas.

3. Mencegah anemia

Kandungan zat besi yang ada di dalam gula merah cukup tinggi sehingga sangat baik bagi anda yang menderita penyakit anemia dan bisa mencegah anemia. Fungsi dari zat besi ini adalah untuk memproduksi sel-sel darah merah sehingga bisa mengatasi gejala kekurangan darah.

4. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Di dalam gula merah juga mengandung kandungan nutrisi yang berfungsi untuk melancarkan peredaran darah. ketika peredaran darah lancar maka fungsi dan kinerja organ tubuh pun akan menjadi lebih maksimal lagi.

5. Menstabilkan kadar kolesterol dalam darah

Gula merah tidak mengandung kolesterol sehingga aman dikonsumsi. Selain itu kandungan lainnya dalam gula merah seperti niacin yang berfungsi sebagai pengontrol kadar kolesterol dalam darah. Tidak hanya mengandung kolesterol nol namun juga bisa mengurangi jumlah kolesterol berlebihan dalam tubuh. selain itu fungsi lainnya dari niacin adalah mampu menghaluskan dan menjaga kesehatan kulit.

Gula merah memang aman, namun bukan berarti sepenuhnya aman

Gula merah memiliki indeks glikemik yang rendah dan aman bagi penderita diabetes namun tetap harus memperhatikan batasannya. Meskipun angka indeks glikemik gula merah lebih rendah dibandingkan gula pasir bukan berarti bahwa gula merah bisa dikonsumsi secara bebas.

Hal ini dikarenakan kandungan karbohidrat di dalam gula merah juga hampir sama dengan gula pasir yaitu dalam setiap satu sendok kira-kira terdapat 4 gram karbohidrat.

Terlebih lagi gula merah yang berada di pasaran saat ini tidak bisa dijamin itu murni dari nira melainkan ada beberapa oknum yang telah terbukti mengoplos gula merah dengan gula putih dan mengakibatkan kandungan nutrisinya juga berubah. Sebagai tindakan preventif jika anda menggunakan gula merah atau gula putih sebagai pemanis maka sebaiknya jangan berlebih dan dijaga kadarnya.

Jika anda seorang penderita diabetes dan saat ini memang sangat ingin mengonsumsi makanan atau camilan yang manis maka anda sebaiknya mendapatkannya dari aneka jenis buah-buahan yang memiliki rasa manis karena gula alami dan sehat bagi tubuh. Jika anda tetap ingin menggunakan gula sebagai pemanisnya maka sebaiknya anda memperhatikan kadar indeks glikemik dan karbohidratnya dalam kemasan gula apapun jenis gulanya.

Gula jawa ini juga bisa kamu jadikan sebagai salah satu peluang usaha dengan keuntungan yang lumayan menggiurkan. Kamu juga bisa mencoba sebuah brankas untuk menyimpan hasil dan barang berharga supaya lebih aman dan terhindar dari pencurian.

Selamat mencoba cara membuat gula jawa gaes. Good luck.

Simak juga ya artikel ini Ini Dia Cara Membuat Arum Manis Tradisional Beserta Trik BerbisnisNya